Oleh : Ahmad
Mustaghfirin
Pendahuluan
Pendahuluan
"Maka apabila Aku Telah
menyempurnakan kejadiannya, dan Telah meniupkan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku,
Maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud".[1]
Dari ayat diatas dapat
dikatakan bahwasanya manusia diciptakan dari tanah dan telah melalui proses
yang disempurnakan, maka kemudian ditiupkan Ruh dari Tuhannya. Kedua unsur
pokok tersebut (tanah dan ruh) merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan. Dalam pandangan al-Qur'an sebagaimana yang dipahami oleh Imam Ghazali[2]
bahwa manusia memiliki aspek yang secara tegas dapat dibedakan menjadi tiga, namun
secara pasti tidak dapat dipisahkan.

